Pages

Selasa, 02 Februari 2016

Contoh Laporan Hasil Praktikum Uji Zat Makanan

­BAB I
PENDAHULUAN
1.1.TUJUAN
Tujuan umum kegiatan uji coba zat makanan adalah kita dapat mengidentifikasi zat makanan yang terdapat didalam berbagai bahan makanan yang telah ditentukan. Selanjutnya, melakukan uji zat-zat makanan terhadap berbagai bahan makanan, secara rinci kita dapat melakukan hal-hal berikut:
1.         Mengidentifikasi bahan-bahan makanan yang mengandung karbohidrat;
2.         Mengelompokkan bahan-bahan makanan yang dapat dijadikan sumber karbohidrat;
3.         Mengidentifikasi bahan-bahan makanan yang mengandung lemak;
4.         Mengelompokan bahan-bahan makanan yang dapat dijadikan sumber lemak;
5.         Mengidentifikasi bahan-bahan makanan yang mengandung protein;
6.         Mengelompokkan bahan-bahan makanan yang dapat dijadikan sumber protein.



1.2.DASAR TEORI
Agar tubuh sehat dan tumbuh secara normal, ada enam macam zat makanan yang dibutuhkan, yaitu karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan air. Keenam zat makanan tersebut dapat kita peroleh dari berbagai bahan makanan.
Makanan biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi dan membantu pertumbuhan badan dan otak.
Suatu bahan makanan dapat mengandung satu atau lebih zat makanan. Tetapi bahan makanan akan mengandung zat makanan tertentu saja dalam jumlah yang banyak sehingga suatu bahan makanan merupakan sumber zat makanan tertentu.
Kandungan zat dalam makanan dapat diidentifikasi suatu pengujian sederhana namun jumlah kandungan setiap zat makanan dalam bahan makanan hanya dapat diidentifikasi dengan cara yang kompleks. Adapun zat-zat makanan yang di ujikan yaitu karbohidrat, lemak, dan protein.
A.    Karbohidrat (Amilum)
Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia. Semua karbohidrat berasal dari tumbuh-tumbuhan. Melalui proses fotosintesis, klorofil tanaman dengan bantuan sinar matahari mampu membentuk karbohidrat dari karbondioksida berasal dari udara dan air dari tanah.
Karbohidrat yang dihasilkan adalah karbohidrat sederhana glukosa, disamping itu pula dihasilkan oksigen yang lepas di udara. Semua jenis karbohidrat terdiri atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Dalam bentuk sederhana formula umum karbohidrat adalah CnH2nOn.
Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana merupakan karbohidrat yang banyak mengandung gula. Karbohidrat sederhana terdiri atas monosakarida, disakarida, gula alkohol, dan oligosakarida. Sedangkan karbohidrat kompleks merupakan karbohidrat yang banyak mengandung serat.
Karbohidrat kompleks terdiri atas polisakarida dan serat. Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.
Sebagai sumber energi, karbohidrat menyediakan energi bagi tubuh. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori, sebagian karbohidrat di dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi, sebagian disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringan lemak.
Pati atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting.
Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini belum pernah bisa tuntas dijelaskan.
B.     Glukosa
Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa.
Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi tenaga untuk menjalankan sel-sel tubuh. Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen (“pati hewan”) dan sel lemak yang menyimpannya sebagai lemak.
Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernak secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.
C.    Protein
Uji protein dilakukan guna mengetahui kandungan bahan makanan yang mengandung protein. Istilah protein berasal dari kata Yunani proteos yang berarti yang utama atau yang didahulukan. Kata ini diperkenalkan oleh seorang ahli kimia Belanda, Gerardus Mulder (1802-1880), karena ia berpendapat bahwa protein adalah zat yang paling penting dalam setiap organisme.
Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh setelah air. Seperlima bagian tubuh adalah protein, sebagian ada didalam otot, seperlima di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit, dan selebihnya di dalam jaringan lain dan cairan tubuh. Semua enzim, berbagai hormon, pengangkut zat-zat gizi dan darah, matriks intraseluler dan sebagainya adalah protein. Di samping itu asam amino yang membentuk protein bertindak sebagai prekursor sebagian besar koenzim, hormon, asam nukleat, dan molekul-molekul yang esensial untuk kehidupan. Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh.
Protein adalah molekul makro yang mempunyai berat molekul antara lima ribu hingga beberapa juta. Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Protein merupakan zat makanan penting untuk pertumbuhan, perkembangan, mengganti bagian yang rusak, dan sebagainya.
Menurut sumbernya, protein dibagi menjadi dua golongan, yaitu protein hewani berasal dari hewan, dan protein nabati berasal dari tumbuhan. Protein hewani merupakan protein sempurna karena mengandung asam amino esensial. Protein hewani dapat diperoleh dari daging, ikan, susu, dan telur. Protein nabati merupakan protein tidak sempurna karena kandungan asam amino esensialnya kurang lengkap, jumlahnya kurang untuk memenuhi keperluan tubuh, kecuali dari kacang-kacangan terutama kedelai. Protein nabati dapat diperoleh dari padi-padian, kacang-kacangan, dan sayuran. Perlu diketahui protein tidak dapat dibuat atau disimpan sebagai cadangan tubuh,  jadi harus dikonsumsi secara teratur.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
D.    Lemak
Lemak sama dengan minyak. Seperti juga karbohidrat, lemak merupakan senyawa yang terdiri atas unsur karbon, hidrogen, dan oksigen dengan struktur yang berbeda dari karbohidrat. Lemak dapat dijumpai pada berbagai bahan makanan, seperti bahan makanan yang berasal dari hewan dan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan.
Bahan makanan yang berasal dari hewan yang mengandung lemak adalah daging, jeroan, krim, susu, mentega, dan sebagainya. Sedangkan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan yang mengandung lemak adalah minyak goreng, margarin, kacang tanah, kemiri, dan lain-lain. Bahan makanan sumber lemak jika dipegang terasa licin dan jika ditempelkan pada kertas akan terlihat meninggalkan bekas minyak pada kertas tersebut. Apabila bekas air pada kertas akan hilang setelah beberapa saat karena air menguap sehingga kertas akan kering kembali, maka bekas minyak tidak akan hilang dari kertas karena minyak tidak menguap. 1 gram lemak menghasilkan 9,3 kalori. Ciri-ciri ini dapat dijadikan pedoman untuk pengujian sederhana tentang ada tidaknya lemak dalam suatu bahan makanan.



BAB II
METODE PRAKTIKUM
2.1.WAKTU DAN TEMPAT
Penelitian uji zat makan ini dilakukan pada hari Rabu, 20 Januari 2016 di laboratorium biologi SMA Negeri 1 Ciamis.
2.2.ALAT DAN BAHAN
Dalam pengujian makanan diperlukan reagen sebagai berikut :
A.       Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya:


1.        Tabung reaksi dengan raknya
2.        Pipa tetes
3.        Plat tetes
4.        Mortar dan pestle
5.        Spatula
6.        Pembakar bunsen
7.        Penjepit tabung reaksi
8.        Kertas buram
9.        Korek api
10.    Tisu


B.       Bahan Bahan makanan yang kami gunakan pada penelitian ini diantaranya:


1.      Telur
2.      Kentang yang sudah direbus
3.      Margarin
4.      Tempe
5.      Tahu
6.      Gula pasir





2.3.PROSEDUR KERJA
Langkah-langkah pengerjaan uji zat makanan yaitu :
1.         Sediakan tabung reaksi untuk kelima bahan makanan yang akan diuji.
2.         Berilah label pada masing-masing tabung reaksi yang akan diuji.
3.         Isilah dengan larutan bahan makanan yang telah tersedia setinggi kurang lebih 1 cm (pada tabung reaksi) atau 3 tetes (pada plat tetes).
4.         Selidiki dengan memberikan reagen pada masing-masing zat makanan yang akan diuji:
a.         Lugol : tetesi bahan makanan dengan satu atau dua tetes larutan lugol, amati perubahan warna yang terjadi.
b.         Benedict : tetesi bahan makanan dengan 5 tetes larutan benedict, kocok dan panaskan di atas api selama satu menit.
c.         Biuret : tetesi bahan makanan dengan tiga tetes larutan biuret, kocok dan amati perubahan warna yang terjadi.
d.         Uji kandungan lemak dengan mengoleskan pada kertas tik, amati perubahan yang terjadi.
5. tulislah hasil pengamatan pada tabel!
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.TABEL HASIL PENGAMATAN
No
Bahan Makanan
Reagen
Keterangan
Lugol
Benedict
Biuret
Dioleskan
1
Putih Telur
-
Kemerah-merahan
Ungu
-
Mengandung sedikit glukosa dan protein
2
Kuning Telur
-
Kemerah-merahan
Ungu
Sedikit transparan
Mengandung sedikit glukosa, protein, dan sedikit lemak
3
Tempe
-
Kemerah-merahan
Ungu
Sedikit transparan
Mengandung sedikit glukosa, protein, dan sedikit lemak
4
Tahu
-
-
Ungu
-
Mengandung protein
5
Margarin
-
-
-
Transparan
Mengandung lemak
6
Kentang rebus
Hitam
Kemerah-merahan
-
Sedikit transparan
Mengandung amilum, sedikit glukosa, dan sedikit lemak
7.
Gula pasir
-
Merah
-
-
Mengandung glukosa

3.2.PEMBAHASAN
Pada kegiatan praktikum ini kita menggunakan reagen yang digunakan untuk mengetahui kandungan makanan, antara lain :
Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat (amilum). Bila makanan yang ditetesi lugol berubah menjadi biru kehitaman, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin gelap warnyanya berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya.
Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila bahan makanan itu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu/warna lembayung. Hal itu terjadi karena ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi sebagau berikut : Kompleks koordinasi antara Cu2+ dengan gugus -C=O dan NH ikatan peptida dalam larutan alkalis, akan membentuk warna lembayung.
Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada bahan makanan. Hasil reaksi menghasilkan warna merah bata ketika reagen Benedict dicampur dan dipanaskan dengan glukosa. Glukosa memiliki sebuah elektron untuk diberikan, tembaga (salah satu kandungan di reagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah perubahan warna.
Kertas buram adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas buram mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak ini makanan yang sudah di tumbuk di oleskan pada kertas buram setelah itu di panaskan di atas pembakar sepritus sehingga kandungan air mudah mongering, jika ada noda transparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak.



3.3.PERTANYAAN DAN JAWABAN
A.    Pertanyaan
1.         Bersadarkan tabel pengamatan, sebutkan makanan yang mengandung:
a.         Karbohidrat
b.        Protein
c.         Glukosa
2.         Dari tabel pengamatan makanan bahan makanan apa yang komplit kandungan gizinya?
3.         Jelaskan fungsi protein, karbohidrat, dan lemak masing-masing 2 buah!
4.         Jelaskan mengapa orang yang kurang bergerak cenderung menjadi gemuk!
5.         Apa kesimpulan berdasarkan percobaan yang sudah kamu lakukan?
B.     Jawaban
1.         a. Makanan yang mengandung karbohidrat yaitu kentang, karena saat ditetesi lugol berubah warna menjadi warna hitam.
b.    Makanan yang mengandung protein adalah putih telur, kuning telur, tempe dan tahu karena saat ditetesi biuret berubah warna menjadi ungu.
c.    Makanan yang mengandung glukosa adalah putih telur, kuning telur, tempe, dan gula karena saat ditetesi oleh benedict berubah warna menjadi merah bata.
2.         Yang paling komplit kandungan gizinya adalah kuning telur (sedikit glukosa, protein, dan sedikit lemak), tempe (sedikit glukosa, protein, dan sedikit lemak) dan kentang rebus (amilum, glukosa, dan sedikit lemak).
3.         Fungsi protein yaitu :
a)      Mengganti sel-sel tubuh yang rusak untuk pertumbuhan serta perkembangan;
b)      Membentuk sel-sel jaringan tubuh manusia.
Fungsi karbohidrat yaitu :
a)      Menghasilkan energi dan mempertahankan suhu tubuh;
b)      Merupakan cadangan makanan bagi tubuh .
Fungsi lemak yaitu :
a)      Sebagai cadangan makanan dan penghasil energi;
b)      Pelindung tubuh dari pengaruh perubahan suhu.
4.      Orang yang kurang bergerak cenderung gemuk karena kalori atau lemak akan keluar menjadi keringat saat kita bergerak atau berolahraga, sedangkan ketika kita diam asupan kalori akan berubah menjadi lemak yang menumpuk di tubuh dan mengakibatkan kegemukan.
5.      Kesimpulan dari percobaan uji zat makanan tersebut adalah:
a)      Putih telur mengandung glukosa tetapi tidak terlalu banyak dan mengandung protein.
b)      Kuning telur mengandung glukosa tetapi tidak terlalu banyak, protein, dan mengandung sedikit lemak.
c)      Tempe mengandung glukosa tetapi tidak terlalu banyak, protein, dan sedikit lemak.
d)      Tahu mengandung protein.
e)      Margarin hanya mengandung lemak.
f)       Kentang rebus mengandung amilum, sedikit glukosa. dan juga sedikit lemak.
g)      Gula pasir hanya mengandung glukosa.



BAB IV
PENUTUP
4.1.KESIMPULAN
Dari hasil percobaan yang dilakukan dapat ditarik simpulan yaittu putih telur mengandung glukosa tetapi tidak terlalu banyak dan mengandung protein. Kuning telur mengandung glukosa tetapi tidak terlalu banyak, protein, dan mengandung sedikit lemak. Tempe mengandung glukosa tetapi tidak terlalu banyak, protein, dan sedikit lemak. Tahu mengandung protein. Margarin hanya mengandung lemak. Kentang rebus mengandung amilum, sedikit glukosa. dan juga sedikit lemak. Dan dula pasir hanya mengandung glukosa. Bahan makanan yang sudah diuji dan mengandung zat gizi paling lengkap adalah kuning telur (sedikit glukosa, protein, dan sedikit lemak), tempe (sedikit glukosa, protein, dan sedikit lemak) dan kentang rebus (amilum, glukosa, dan sedikit lemak).



LAMPIRAN
FOTO-FOTO HASIL PENGAMATAN